BBM Naik Karet Turun, Petani Menjerit

oleh -69 views
                                     Poto ilustrasi

Sintang–Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai banyak kontropersi dari berbagai kalangan. Salah satunya kalangan petani pun menyoroti, pasalnya harga BBM yang naik dinilai tidak seimbnag dengan harga jual komoditi karet yang masih rendah dan bahkan menurun.

Salah satu Petani Karet dari Desa Nanga Ambalau Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang yang nggan disebutkan namanya, ia mengatakan bahwa saat ini harga karet di Kecamatan Ambalau jauh lebih murah dimana harga karet perkilo hanya berkisar antara Rp.3000; sampai dengan Rp.4000; dan paling tinggi berkisar Rp.5000;. Sedangkan harga Bahan Bakar Minyak Mencapai belasan ribu perliter.

“Disini gitulah harga karet murah kalau di kemangai Rp.4000; di Ambalau ni Rp.3000; perkilo geram, kalau minyak tu sampai belasan ribu perliter,” ujar dia.

Sebab demikian ia menilai bahwa kebijakan Pemerintah seperti sangatlah membebani rakyat kecil khususnya Petani karet dimana harga jual komiditi karet yang sangat rendah dan tidak seimbang dengan harga barang yang semuanya naik tetmasuk BBM.

Selaku masyarakat biasa dirinya tidak membantah jika kebijakan Pemerintah menaikan harga Barang seperti BBM dan yang lain, namun harga jual hasil Petani sperti harga karet juga harus dinaikan agar seimbang.

“Besar harapan kami harga kulat (karet) juga dinaikan biar seimbang,“ ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.