Bupati Sintang Hadiri Malam Pemilihan Duta GenRe

66 views
Sintang, Zonamedianews.com. Bupati Sintang Jarot Winarno menghdiri malam puncak pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kahupaten Sintang Tahun 2010, sekaligus berakhirnya pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) forum GenRe Kabupaten Sintang, yang di tandai dengan pengumuman para pemenang atau penyematan selempang kepada para pemenang lomba Duta GenRe tersebut, yang di helat di Resto and Café Bagoes Hotel Sintang, Jalan Dharma Putra, Kecamatan Sintang, Kamis (2/7/2020) malam. 
Pada acara ini juga, Bupati Sintang menerima selempang sebagai Ayah GenRe Kabupaten Sintang yang di diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar. 
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Maryadi, S.Sos.,M.Si mengatakan, tujuan dari pada kegiatan pemilihan Duta GenRe dan pelaksanaan Musda forum GenRe, ialah untuk menimalisir kenakalan remaja secara khusus di Kabupaten Sintang, dengan membentuk wadah atau forum GenRe Kabupaten Sintang sehingga remaja yang ada di Kabupaten Sintang dapat menuangkan ide-ide atau kreasi sesuai dengan minat dan bakat remaja itu sendiri, menggerakan serta memotivasi ramaja untuk menggandeng teman sebayanya agar melakukan hal-hal yang positif sehingga para remaja tidak terlibat dengan berbagai macam penyakit masyarakat seperti perjudian, mabuk-mabukan, pergaulan bebas, napza, dan mengajak para remaja untuk kreatif, innovatif agar bermanfaat di lingkungan keluarga dan masyarakat pada umumnya. 
“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak rabu kemarin dalam rangka memperingati hari keluarga nasional ke-27 tahun 2020, dimana diikuti 12 pusat informasi konseling remaja SMA dan SMP di Kabupaten Sintang,” ujar Maryadi.
Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno, dalam sambutanya, mengingatkan kembali tantangan dalam menyonsong Indonesia emas 2045 mendatang tepat satu abad Indonesia Merdeka atau 25 tahun kedepan. Karena para peserta yang ikut dalam kegiatan musda GenRe dan pemilihan Duta Genre ini merupakan anak-anak usia remaja, dimana pada tahun tersebut mereka akan memasuki masa usia emas sebagai generasi penerus bangsa.
Saat itu, kata Jarot, Indonesia di prediksi akan menjadi bangsa terbesar ketiga di dunia. Namun menurut Jarot untuk mencapainya harus melewati berbagai tantangan, seperti syarat pertumbuhan ekonomi  Indonesia itu harus diatas 6-7 % tiap tahunnya dan generasi bangsanya atau para remaja di negara ini juga harus menyiapkan diri mulai saat ini, barulah Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. 
lanjut Jarot , yang akan menjadi tantangan juga dalam menghadapi Indonesia emas 2045 yakni bonus demografi. Dimana manusia produktif usia 15-64 tahun lebih banyak dari manusia yang tidak produktif usia diatas 64 tahun atau di bawah 15 tahun. “Nah para peserta yang masih usia remaja ini bagian dari manusia produktif, akan jadi bonus buat negara ini kalau produktif nantinya bila bekerja atau berkarya, namun jika tidak bekerja dan tidak  berkarya pada saatnya nanti, itu bukan menjadi bonus, tapi menjadi laibility atau beban negara. Sehingga bonus demografi itu harus di lewati. Kemudian lagi, lima tahun sebelum 2045, yakni 2040, ada saatnya kita akan defisit energy fosil, seperti minyak susah, premium susah, batu bara susah, baru kalian sadar 20 tahun kami sia-siakan hutan dan isinya. Tantangan itu harus di lewati juga,” jelas Jarot lagi.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, mengatakan para remaja sejatinya merupakan harapan bangsa di masa depan, karena jika negara memiliki remaja yang kuat serta memiliki  serta memiliki kecerdasaran spiritual, intelektual dan emosional yang kuat akan menjadikan bangsa tersebut kelak akan kuat pada perkembangan dunia global yang menjadikan perubahan besar terhadap perilku remaja.
“Namun perubahan tersebut lebih cenderung mengarah kepada hal negative di banding positifnya. Seperti free sex, penyalahgunaan napza, hamil diluar nikah, HIV AIDS dan sebagainya,” ujar Tenny. 
Dalam mengatasi masalah tantangan remaja tersebut, menurut Tenny harus menjadi perhatian dan pendampingan semua pihak, karena meraka tidak bisa berjalan sendirian tanpa pendampingan orang tua, masyarakat, lingkungan serta negaranya. Oleh karena itulah, menyadari hal tersebut, BKKBN sebagai wakil pemerintah yang bertanggung jawab menjalankan program prioritas nasional, penyiapan perencanaan kehidupan bekeluarga bagi remaja, suatu program yang memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan memperhatian perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan generasi berencana atau GenRe yang siap nikah. 
“Program GenRe ini mengajak generasi remaja supaya merencanakan 4 hal dalam hidupnya seperti pendidikan, pekerjaan, pernikahan dan jumlah anak setelah berkeluarga”jelas Tenny.
Melalui program tersebut, lanjut Tenny, generasi muda khususnya perempuan disarankan menikah pada jenjang usia diatas 21 tahun. Selain merencana pernikahan, kaum remaja juga di harapkan merencanakan pendidikan dan pekerjaan. Setelah berkeluarga pasangan remaja juga disarankan untuk merencanakan jumlah anak. Oleh karena itulah, untuk mewujudkan 4 hal tersebut ada tiga langkah yang harus di lakukan yakni menikah diatas 21 tahun, jangan berhubungan sex sebelum menikah dan menghindari narkoba beserta zat adiktif lainnya. 
“Maka dengan dilaksanakannya pemilihan duta GenRe kabupaten sintang tahun 2020 ini diharapkan remaja yang terpilih menjadi duta GenRe dan akan mewakili kabupaten sintang ke tingkat provinsi, akan menjadi roll model remaja yang kreatif dan innovatif dalam mempromosikan dan mensosialisasikan program-program ketahanan remaja baik secara online maupun online,” katanya. (Andi)

Daerah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan