Bupati Sintang Launching Buku “Menggali Mutiara Bumi Senentang”

185 views

Sintang, Zonamedianews.com—Bertempat di Pondopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Bupati Sintang, Jarot Winarno, melounching Buku “Menggali Mutiara Bumi Senentang” yang merupakan persembahan dari Kodim 1205/Sintang, pada Kamis Siang (4/3/2021).

Buku tersebut merupakan gagasan Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, pada saat melaksankan TMMD 109 tahun lalu, oleh Adrianus Limbai yang merupakan seorang penyuluh menarik perhatian Dandim Sintang untuk menuangkan ide – idenya dalam suatu buku.

Kemudian oleh Dandim dipertemukan Limbai dengan seorang pewarta dan juga penulis, Saudara Tantra untuk menuangkan ide dari Bapak Limbai dalam sebuah Buku untuk kemudian diterbitkan ke masyarakat.

Dalam sambutanya, Bupati Sintang sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Dandim Sintang dengan gagasannya meluncurkan buku ini, hal ini dapat menjadi contoh serta motivasi kita bersama demi kemajuan.

“Saya ucapkan selamat atas peluncuran Buku Menggali Mutiara di Bumi Senentang ini kepada Bapak Dandim, dan saya juga mengapresiasi Pak Limbai dengan upaya membudidayakan tanaman dengan otodidak ini, ini dapat menjadi contoh dan diteladani bersama,” pungkas Bupati Sintang.

Sementara itu, Dandim 1205/Sintang Letkol inf Eko Bintara Saktiawan dalam sambutan nya kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi kami kepada rakyat dan negara utama nya untuk Sintang, bahwa kita mendapati seorang kepala desa di Paoh Benua kecamatan Sepauk Andrianus Limbai yang merupakan 4 dari kepala desa di indonesia yang mendapat penghargaan dari kementerian keuangan dalam mengelola dana desa dengan baik,

Eko menambah kan Seorang Andrianus Limbai bagi saya sangat unik dalam pemikiran dan gagasan nya,bisa kita bilang cukup liar dalam pemikiran nya, artinya pemikiran yang sangat inggin tahu nya luar biasa, yang mana mampu melakukan penelitian mandiri selama puluhan tahun terhadap pohon teratai yang dapat di gunakan media cangkok tumbuhan,

“Saya melihat Dari hasil penelitian pak Limbai sejauh ini tidak terekspos sehingga hasil penelitian nya dan ilmu nya tidak bisa kita bagi kepada masyarakat luas,” ujar Eko.(Red)

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan