Covid-19 di Sintang Turun Naik, Ini Kata Kadinkes

67 views

Sintang, Zonamedianews.com. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh menjelaskan bahwa hingga saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang masih dalam keadaan naik turun, ujar Sinto kepada Wartawan saat ditemui di ruang Kerjanya, Senin (15/02/2021).

Dikatakan Sinto hingga saat ini yang mejalani isolasi khusus sebanyak 7 orang sedangkan yang di rawat dan diisolasi di rusun sebanyak 71 orang. “Kita juga sudah memulai untuk vaksinasi Covid, kita lihat dulu ni kenapa Covid di Sintang terus nambah, trandnya tetap naik nggak turun juga nggak,” ujar dia.

Menurut Sinto kebanyakan kasus yang terkonfirmasi adalah orang yang telah melakukan perjalanan keluar kota atau daerah-daerah yang memiliki resiko tinggi Covid-19. “Yang terkonfirmasi ini rata-rata mereka yang melakukan perjalanan ke luar kota seperti ke Jakarta, Pontianak dan lainya,” ujar Sinto.

“Atau mereka ada kedatangan keluarga atau tamu yang dari luar Sintang. Oleh sebab itu saya mengimbau kepada masyarakat Sintang yang tidak punya kepentingan mendesak udahlah diam-diam aja di Sintang bukan berarti ini kita mau memutus hubungan keluarga ya, kalau hanya sebatas keluarga mau datang berkunjungkan lewat telepon atau vidio call bisa lah,” tambahnya.

Sedangkan Untuk Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sintang untuk tahap pertama dan dosis pertama Sinto menjelaskan vaksinasi tersebut di prioritaskan untuk tenaga kesehatan atau (Nakes). Menurutnya Vaksinasi berdasarkan KPC Pen atau data-data dan daftar Nakes yag telah masuk kedalam sistem, dengan jumlah yang sudah di vaksinasi sebanyak dua ribu sembilan belas Nakes atau sekitar 85,73%.

“Ada beberapa yang belum divaksinasi terutama karena Sakit, dan juga awalnya katanya yang sudah pernah positif tidak boleh divaksinasi. Sekarang indikasi dari perkumpulan ahli penyakit dalam yang pernah positif lebih dari tiga bulan boleh divaksinasi. Kemudian untuk ibu menyusui awalnya tidak divakasinasi kemudian minggu lalu keluar edaran dari kementerian yang menyusui boleh divaksinasi, jadi sekarang ini yang tidak boleh divaksinasi hanya orang-orang yang memiliki penyakit auto imun, dan ibu hamil sedangkan untuk yang lansia lebih di prioritaskan untuk Nakes,” tandasnya.

Lanjutnya setelah ini akan dilakukan vaksinasi tahap pertama dosis yang kedua. Ia juga memperkirakan pada akhir Februari ini kemungkinan vaksin datang lagi akan dilakukan vaksinasi terhadap tenaga-tenaga ASN, pejabat publik seperti para DPRD dan TNI-Polri serta para Supir, termasuk para pedagang pasar dan para Guru yang saat ini masih dilakukan pendataan.

“Mudah-mudahan akhir bulan atau awal Maret kita sudah mulai Vaksinasi tahap kedua dosis pertama. Kalau untuk Nakes minggu ini tepatnya besok kita akan mulai vaksinasi tahap pertama dosis kedua” ucapnya.

Ia juga menjelaskan untuk kasus Covid-19 yang merupakan karyawan PT Agro Sukses Lestari (ASL) terdapat tiga orang konfirmasi positif yang sudah menjalani Swab Antigen yang saat ini ketiganya sedang menjalani isolasi. “ya untuk karyawan PT ASL ada tiga yang konfirmasi positif, kini sedang kita isolasi di rusun,” ujar Sinto.

Pihaknya juga telah melakukan traising kepada perusahaan tersebut dan Puskesmas juga telah melakukan pengecekan apakah protokol kesehatan benar-benar diterapkan disana. Sedangkan untuk Vaksinasi khusus perusahaan akan dilakukan secara mandiri. “Intinya mereka yang positif telah kita isolasi dan untuk perusahan juga telah kita minta work from jadi tidak full lagi karyawan masuk,” pungkasya. (Andi)

Daerah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan