Jalan Terendam Banjir Akses Transportasi Dua Desa Terputus

137 views

Sintang, Zonamedianews.com. Sekitar kurang lebih 1,5 Km ruas jalan dari Desa Marti Guna menuju Desa Lalang Baru dan Desa Tertung terendam banjir, akibat banjir tersebut akses transportasi masyarakat Desa Tertung dan Desa Lalang Baru terputus, pasalnya jalan tersebut adalah merupakan satu-satunya jalan  yang dilintasi menuju ke Kota Sintang, sehingga ketika jalan tersebut direndam banjir ekonomi masyarakat setempat menjadi terhambat.

Adapun lokasi banjirnya yaitu di bantaran Sungai Nenak dan Sungai Temulan antara Desa Marti Guna dan Desa Lalang Baru.

Kepala Desa Tertung Syarifudin, mengatakan banyak keluhan masyarakat ketika musim banjir seperti ini pasalnya ketika masyarakat bepergian ke Kota harus mengeluarkan biaya sebesar dua puluh ribu rupiah bahkan sampai tiga puluh ribu rupiah dalam satu kali penyebrangan melewati banjir tersebut.

“Ketika musim banjir seperti ini kita sangat sulit, yaitu kesulitan akses transportasi karena jalan kita banjir, kalau kita pergi ke Kota kita harus naik sampan, dengan biaya dua puluh ribu sampai tiga puluh ribu rupiah satu kali lewat,” ujarnya kepada Zonamedianews.com Selasa (14/09/2020). Melalui pesan WhatsApp nya.

Dirinya berharap kedepannya Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dapat memeberikan solusi pembangunan ruas jalan tersebut baik dilakukan penimbunan ataupun membuka akses jalur baru di area yang tidak terkena banjir. Mengingat ketika musim banjir seperti ini masyarakat merasa terbebani dan sulit akses transportasi.

“Kita berharap kedepannya ada solusi dari dari Pemerintah Daerah, agar di musim banjir seperti ini kita tidak terhambat transportasi. Kita berharap Pemerintah dapat menganggarkan untuk penimbunan ruas jalan tersebut, kira-kira kalau ditinggikan lagi sekitar 4 meter aman tidak terkena banjir, kalau banjir kita Dua Desa ini (Desa Lalang Baru dan Tertung-Red), yang terhambat akses transportasi,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Martinus  warga Desa Lalang Baru, ia menyebutkan di Tahun ini (2020-Red) sudah tiga kali terendam banjir, selaku warga dirinya merasa terbeban ketika musim banjir tib pasalnya harus mengeluarkan biaya penyebrangan ketika turun ke Sintang.

“Diak bah saja pedih ku asai ti dah musim banjir kalau kita turun ke pasar harus nambang naik sampan bah, biaya dua puluh ribu sekali nyeberang, kadang juga bisa sampai tiga puluh ribu sekali nyebrang,” ujarnya dengan logat campuran. (Andi)

Ragam

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan