Kartiyus Sampaikan Data IPM Kabupaten Sintang

87 views

Kepala BAPPEDA Kabupaten Sintang

Sintang, Zonamedianews.com—Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA), Kartiyus menyampaikan data bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di Kabupaten Sintang mengalami kenaikan, 2019 dengan IPM 66,77 dan 2020 dengan IPM 66,88. Ia menjelaskan untuk menaikan IPM tersebut sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang banyak, karena menyangkut pembangunan kesehatan, pendidikan dan pendapatan masyarakat. ini termasuk peranan perusahaan melalui CSR.

Dikatakan Kartiyus, dalam hal ekonomi Kabupaten Sintang anjlok di banding dengan tahun 2019 tumbuh mencapai 5,09 dan 2020 turun menjadi 2, 19. “Inipun sudah bagus tidak sampai minus pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalbar saja minus. Kita masih di angka 2,19. Kita lihat pasar masih ramai oleh masyarakat yang berbelanja. Sektor pertanian cukup anjlok, itu yang mengherankan, seharusnya karena dampak covid-19 ini, orang lebih banyak bekerja di kebun, namun sektor pertanian mengalami dampak yang luar biasa,” tambah Kartiyus, saat pembukaan sosialisai CSR di ruang rapat BAPPEDA Kabupaten Sintang, Jumat (12/03/2021).

“Angka kemiskinan juga menurun. Tahun 2019 angka kemiskinan mencapai 9, 65 turun ke 9, 27 di tahun 2020. Namun angka pengangguran meningkat, mencapai 3,2 di tahun 2019 dan tahun 2020 mencapai 4,5. Angka rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Sintang pada 2019 selama 12,2 tahun dan 2020 selama 12,3 tahun. Angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Sintang mencapai usia 71 tahun,” tanmbahnya.

Ia juga memaparkan isu strategis pembangunan di Kabupaten Sintang seperti tingginya pengaruh sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto yang dicerminkan dari banyaknya masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. Namun, nilai tukar petani ternyata masih rendah.

“Isu lainnya adalah masih tingginya pengeluaran rumah tangga untuk makanan dibanding non makanan yang mencerminkan masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sintang. Investasi sektor sekunder juga belum berkembang di Sintang, yang seharusnya menjadi alternatif investasi di Sintang. Koperasi masih banyak yang tidak aktif, dan masih rendahnya akses koperasi dan UMKM kepada modal,” lanjutnya.

Oleh sebab itu ia menegaskan, bahwa penyediaan lapangan pekerjaan dan kemudahan dalam berinvestasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang simultan di Kabupaten Sintang. Selain itu, pemerataan pembangunan infrastruktur dan industri padat karya serta kemudahan memperoleh modal kerja merupakan solusi alternatif untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran. (Red)

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan