Kisruh BLT DD Desa Gut Jaya Bakti, Ini Penjelasan Kadis DPMPD Sintang

197 views

Sintang, Zonamedianews.com. Terkait adanya indikasi penyimpangan alokasi dana BLT DD di Desa Gut Jaya Bakti Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantam Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni menjelaskan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang telah mengklarifikasi hal tersebut dengan memanggil Kepala Desa, Sekdes, Kepala Dusun dua orang serta Ketua, Wakil Ketua BPD dan Kaur Keuangan.

Dari klarifikasi tersebut dijelaskan Roni, baik Pemerintahan Desa maupun BPD menjelaskan terkait APBDES tahap satu, yang 40% telah terlaksana dengan baik, kemudian pada  bulan April ketika dimulainya BLT DD sebagai mana tertuang dalam Permendes Nomor 6 Tahun 2020, terkait pelaksanaan BLT DD Pemerintah Desa melaksanakan musyawarah, dari hasil musyawarah tersebut dirancang kegiatan-kegiatan seperti BLT DD dan kegiatan prioritas lainnya.

Herkolanus Roni
Kadis DPMPD Sintang

“Hasil musyawarah yang dilakukan, yang pertama adalah tetap melakukan BLT DD, yang kedua melaksanakan pembelian PLTS, kemudian Tim Relawan Covid, pengangkutan beras, dan pembelian HP Androit,” jelas Roni, kepada Wartawan di ruang kerjannya, Kamis (12/11/2020).

Lanjut Roni, dari APBDES tahap ke dua berdasarkan Rekening Giro yang dicairkan Pemerintahan Desa senilai kurang lebih Lima Ratus Juta, yang dicairkan tanpa syarat sesuai dengan Permendes No 6 dan Permendes No 7 sudah dimusyawarahkan di tingkat Desa.

“Sehingga di hitung untuk pembelian PLTS sebanyak 79 Unit, dengan harga satuan per-unit sebesar Tiga Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Tiga Ribu, sehingga total harga pembelian PLTS sebesar Tiga Ratus Dua Puluh Sembilan Juta, kemudian untuk BLT DD tahap satu sudah disalurkan sebesar Seratus Empat Puluh Lima Juta untuk 81 KPM, Relawan Covid sesuai dengan edaran Bupati Sebesar Lima Belas Juta, HP Androit dua buah senilai Lima Juta, angkutan beras Lima Juta, bantuan untuk masyarakat sebesar delapan ratus ribu,” tambahnya.

Roni menjelaskan bahwa total yang dikeluarkan oleh Pemrintah Desa berdasarkan  klarifikasi Pemerintah Desa dan BPD total Lima Ratus Juta, tetapi telah dipakai untuk kegiatan tahap satu senilai Empat Ratus Delapan Puluh Satu Juta, Lima Ratus Lima Puluh Dua Ribu, dengan demikian untuk BLT tahap dua jika dihitung dari dana tersebut tidak mencukupi karena silva yang ada tersisa Delapan Belas Juta.

“Oleh sebab itu kami dari Dinas menyarankan supaya Desa bisa memproses untuk pencairan Dana Desa tahap tiga, ini kami berikan kepada Pemerintah Desa dan BPD tetapi tentu berpulang kepada Pemerintah Desa, karena ini bagi kami adalah solusi. Namun demikian jika masyarakat merasa tidak puas dengan apa yang telah di klarifikasi oleh Pemrintah Desa maka kami sarankan untuk menempuh jalur Hukum supaya jelas dan terang apakah dalam BLT DD Desa Gut Jaya Bakti ada persoalan Hukum atau tidak,” pungkasnya. (Andi)

Ragam

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan