Kronologis Dua Anak Di Sepauk Tewas Ditelan Banjir

96 views
Sintang, Zonamedianews.com. Duka menyelimuti rumah Sri Yanto dan Yakin. Kedua anak mereka yang sehari-hari akrab berteman dan bermain kini, menghadap Khalik bersama. Kedua warga Dusun Batu Belian Desa Tanjung Ria Kecamatan Sepauk ini kehilangan anak kesayangan mereka akibat bermain banjir, Selasa (21/07/2020) sore. 
Menurut keterangan saksi FR (9) yang dengan wajah terpukul menceritakan kejadian naas itu.  Sekitar jam 15.00 wib FR bersama korban IQ (9) hendak turun mandi di banjir tepian Sungai Sepauk. Tak lama kemudian korban GH (7) datang bersama kakak sepupunya dan ikut mandi juga.
Kemudian mereka bersama-sama pergi ke arah hilir bantaran sungai yang merupakan genangan banjir dari luapan sungai. Setelah beberapa saat mandi bersama, GH  dan IQ pergi ke lanting/jamban apung warga yang berada di dekat tempat tersebut. FR hanya duduk di titian (jembatan penghubung) menuju ke lanting. Dari tempatnya duduk FR melihat keduanya terpeleset, jatuh ke air dan terseret dengan cepat ke dalam arus yang deras di bawah lanting.
 
Matahari sudah mulai terbenam, gelap mulai menyelimuti kawasan perairan Sungai Sepauk, saat warga mulai melakukan pencarian bersama orang tua korban dan personil jajaran Polsek Sepauk. Hingga hampir 4 jam kemudian, para pencari menemukan jasad GH. Tubuh bocah itu ditemukan di bawah buntut  lanting tempat terakhir korban terlihat oleh FR. Pencarian terus dilanjutkan. Sekitar jam 20.30, tubuh IQ juga ditemukan di tempat yang sama.  
“Kami langsung  mendatangi lokasi tempat yang diduga kedua korban jatuh dan tenggelam. Kami juga langsung ikut serta dalam proses pencarian bersama warga,” ujar Iptu TY. Anang, Kapolsek Sepauk.
“Tadi ketika sudah kita temukan jasad keduanya, kita arahkan dulu untuk dilakukan visum di puskesmas kemudian kita serahkan kepada keluarga untuk dipersiapkan pemakamannya esok hari,” terangnya lagi. 
 
Di tempat terpisah, Kapolres Sintang AKBP John Ginting, SIK, MH menyampaikan belasungkawanya atas kejadian tersebut. Ia sangat menyayangkan musibah tersebut menimpa anak-anak. 
“Ini salah satu yang selalu kita kawatirkan saat menyambangi lokasi banjir selama 2 pekan terakhir, di satu sisi ada aspek hiburan bagi warga main di lokasi banjir, namun juga ada bahaya besar yang mengintai, khususnya bagi anak-anak kita, banjir bisa saja seolah-olah wahana permainan air tapi ini tidaklah seperti di kolam renang yang luas dan kedalamannya jelas. Ada titik-titik yang kedalamannya setinggi orang dewasa, belum lagi arus deras dan arus di dalam yang terbentuk karna struktur tanah yang beragam, ini sangat berbahaya. Kita selalu gaungkan agar orang tua ekstra untuk mengawasi putra-putrinya saat bermain di lokasi banjir, supaya kejadian seperti ini dapat terhindarkan. Namun musibah tidak selalu dapat terhindarkan. Kepada keluarga korban, kita turut prihatin dan turut berduka atas kehilangan ini. Semoga keluarga dapat mengiklaskan dan tabah,” kata AKBP John Ginting.
“Kepada para orang tua lainnya, kami ingatkan lagi, mohon untuk lebih berhati-hati dan selalu damping putra-putri bapak ibu saat bermain di lokasi banjir,” pesannya. (Red)

Ragam

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan