Masa Kepung Kantor PN Sintang, Akhirnya 6 Terdakwa Dibebaskan

90 views
SINTANG. Aksi damai yamg dilakukan warga di depan Kantor Pengadilan Negeri Sintang yang pandu langsung oleh Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang bersama Majelis Adat Dayak Nasional, berhasil membebaskan ke enam petani yang menjadi terdakwa kasus karhutla di Kabupaten Sintang. Aksi damai ini di ikuti oleh ribuan masa gabunagan dari Dewan Adat Dayak dan Mahasiswa. Aksi masa berlangsung dari pukul 09.00 Wib pagi dan berlangsung selam kuramg lebih dua jam, di depan Kantor Pengadilan Negeri Sintang, Kamis (25/11/2019). 
Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional, Yakobus Kumis dalam orasinya meminta pihak Pengadilan Negeri Sintang dapat menegakan keadilan, dan dengan tegas dirinya meminta agar ke enam petani yang dijadikan terdakwa penyebab karhutla segera dibebaskan secara murni. Sebab mengingat bahwa mereka bukanlah penjahat dan mereka tidak mengerti apa-apa.
Dikatakannya, mengingat pada saat ini lapamgan pekerjaan sangatlah sulit, harga karet anjlok, oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka harus berladang, selain memenuhi kebutuhan hidup berladang juga merupakan tradisi orang Dayak yang telah dilakukan secara turun temurun, dengan demikian sangatlah jelas petani bukan penyebab karhutla.
“Demi keadilan, demi masyarakat kita, tolong orang yang sudah hidup sengsara di kampung jangan dibuat sengsara lagi. Harga karet murah, harga sawit juga murah, lapangan pekerjaan tidak ada, bahkan di bebeberapa daerah listrikpunereka tidak ada, jalan rusak bahkan tenaga pendidikan juga tidak ada di sana, ” ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua DAD Sintang Jeffray Edward, atas nama Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Dirinya meminta agar ke enam terdakwa tersebut dapat di bebasakan secara murni tanpa syarat apapun. Sebab mengingat mereka bukanlah Penjahat. 
Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Sintang Yogi Dulhadi, SH.,MH mengatakan bahwa ke enam terdakwa dibebaskan sementara proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme yamg berlaku. Sejak berkas dilimpahkan ke pihak pengadilan, pihaknya tidak melakukan penahanan namun para terdakwa tetap dimintai keterangan. Yogi menyebutkan bahwa di pengadilan bukanlah tempat untuk menghukum, melaikan sebagai tempat mencari keadilan dan semua orang berhak atas keadilan tersebut.
“Enam orang terdakwa ini kami tidak melakukan penahanan, sejak berkas tersebut dilimpahkan ke pengadilan kami tidak melakukan penhanan. Karena memang penahanan pada perinsipnya itu sekedar u tuk proses pemeriksaan. Oleh sebab itu kami tidak melakukan penahan namun yang terpenting para terdakwa harus tetap koporatif dan hingga hari ininpara terdakwa selalu bersikap baik dan selalu hadir,” jelasnya. (Andi)

Ragam

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan