Menjaga NKRI dan Generasi Muda dari Paham Rarikalisme dan Intoleransi

oleh -28 views

Sintang-Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang melakukan Seminar Nasional dengan Tema Menjaga NKRI dan Generasi Muda Dari Paham Radikalisme dan Intelorensi.

Adapun dalam kegiatan seminar nasional ini diisi oleh pemateri dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang dan dari Polres Sintang yaitu KBO Sat Intelkam Polres Sintang.

Acara Seminar Nasional ini dibuka langsung oleh Ketua STAIMA Sintang Bapak Muhammad Faisal, M.MPd, dalam sambutannya Ketua STAIMA Sintang menyambut baik kegiatan daripada seminar ini karen dengan begitu bisa menambah wawasan daripada mahasiswa/i STAIMA Sintang ,kata ketua STAIMA Sintang .

Dalam Penyampaian materi Moderasi beragama sebagai pilar kerukunan umat beragama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, adapun ciri ciri radikalisme itu sendiri diantaranya ingin merubah sesuatu dengan kekerasan,ada faktor budaya, faktor ideologis (anti barat).

Singkatnya H. Ikhwan Pohan, S.Ag.M.Pd selaku Kakan Kemenag Sintang mengatakan Radikalisme bisa mengarahkan ke terorisme dan radikalisme juga bisa melakukan perubahan secara total dan bersifat drastis serta menjungkirbalikkan nilai nilai yang ada ,ciri- ciri nya inteloran,fanatik,ekslusif,dan anarkis. Moderasi beragama merupakan usaha kreatif untuk mengem¬bangkan suatu sikap keberagamaan di tengah berbagai desakan ketegangan (constrains), seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, antara interpretasi literal dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan sekularisme. Komitmen utama moderasi beragama terhadap toleransi menjadikannya sebagai cara terbaik untuk menghadapi radikalisme agama yang mengancam kehidupan beragama itu sendiri dan, pada gilirannya, mengimbasi kehidupan persatuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selanjutnya dari KBO Sat Intelkam Polres Sintang, materi yang disampaikan kurang lebih terkait materi yang di sampaikan oleh Kakan Kemenag Sintang ,tapi disini Eko Budi Purwanto lebih menekankan kepada radikalisme itu sendiri , radikalisme memiliki beberapa ciri, yaitu penolakan secara terus menerus atau menuntut perubahan secara ekstrem, biasanya menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai keinginannya, dan penganutnya memiliki keyakinan kuat jika paham atau anggapan yang berbeda dengannya adalah hal yang salah.Selain itu menurut Eko Budi Purwanto ada beberapa faktor yang mempengaruhi daripada radikalisme itu sendiri ada beberapa faktor diantaranya: faktor internasional yang mana ketidak adilan global, politik luar negeri yang arogan penjajahan, serta faktor domestik artinya kesejahteraan, persepsi ketidakadilan pendidikan.

Kegiatan Seminar Nasional ini ditutup dengan buka puasa bersama dengan Mahasiswa dan Civitas Akademika STAIMA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.