Minyak Goreng Langka, Ini Kata Kadisprindagkop dan UKM Sintang

oleh -6 views

Sintang–Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyampaikan kelangkaan minyak goreng ini terjadinya karena pembatasan pengiriman dari Pontianak.

Lanjut Arbudin pihaknya akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus menambah stok minyak goreng untuk Kabupaten Sintang.

“Kami juga mendorong Pemprov Kalbar untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan di Jakarta soal kebutuhan minyak goreng. Droping minyak goreng dari pusat harus terus ditambah untuk daerah dalam hal ini Kabupaten Sintang,” terang Arbudin.

Seperti disampaikan oleh Zul Susanto bahwa berkurangnya pasokan minyak goring terjadi sejak Januari 2022 yang lalu hingga sekarang.

“Kami memang distributor minyak goreng untuk Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi. Masalahnya kita terkendala di stok. Pihak Wilmar juga membatasi pengiriman ke kami. Bulan Maret 2022 ini saja, kami baru mendapatkan kiriman 1.500 dus, dan sudah saya distribusikan merata, setiap toko saya kasih 5 dus saja. Saya sudah mengajukan untuk mendapatkan pengiriman kembali. Informasinya akan dapat pada tanggal belasan Maret ini,” terang Zul Susanto.

“Kami memastikan pendistribusian merata. Dan per hari ini sudah habis stok. Terakhir kami kirim ke Sepauk. Pesan pihak Wilmar, barang yang datang, harus habis dalam 1 x 24 jam. Jadi kalau minyak datang, langsung kami distribusikan dengan harga mengikuti harga pemerintah. Kami jual ke toko itu dengan harga modal untuk minyak goreng premium adalah 13 ribu per liter. Sehingga toko bisa jual 14 ribu per liter,” tambah Zul Susanto.

Dirinya selalu ditelpon toko soal stok minyak goreng. Pihak Wilmar pernah menjanjikan 2. 250 dus per minggu, tapi kenyataan tidak seperti itu. Terjadi penundaan pengiriman. Tanggal belasan maret nanti akan tiba dari Surabaya sebanyak 1 kontainer minyak goreng atau setara dengan 16 ton atau 1.500 dus. Nanti kalau sudah datang, akan langsung saya distribusikan ke toko toko. Sejak kelangkaan ini, datang 1 truk, 2 hari langsung habis.

“Tidak semua toko merupakan pelanggan kami. Ada juga yang mendapatkan kiriman dari Pontianak sesuai mitra mereka sehingga kalau ada yang mahal di toko, belum tentu minyak goreng tersebut berasal dari kami. Kadang minyak goreng datang, tidak kami masukan ke gudang, tapi langsung turunkan ke mobil kecil dan didistribusikan ke toko. Saya selalu sampaikan informasi kekurangan stok minyak goreng di Sintang kepada pihak Wilmar. Kami selalu berkomunikasi dengan produsen,” beber Zul Susanto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.