Perubahan Cuaca Tidak Menentu, Kepala BPBD Sintang Minta Warga Tetap Waspada

129 views

Sintang, Zonamedianews.com. Diketahui sejak beberapa  hari terakhir ini curah hujan di Kabupaten Sintang cukup tinggi sehingga debit air Sungai Melawi dan Sungai Kapuas naik secara drastis.

Terjadinya anomali atau perubahan cuaca yang tidak menentu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhard Saragih meminta agar masyarakat tetap waspada, terjadinya banjir dan tanah longsor. Hal tersebut di ungkapnya saat ditemu Wartawan di Ruang Kerjanya, Rabu (09/09/2020).

Baca Juga :

Satres Narkoba Polres Sintang Kembali Amankan Pelaku Pengedar Narkoba

Daftar Ke KPU Pasangan “JADI” Menangkan Pilkada Sintang 2020

Menurut Bernhard, pada saat ini masalah utama yang akan di hadapi adalah mengangisipasi kebakaran hutan dan lahan. Namun dengan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir terjadi lagi walaupun tidak seperti banjir yang terjadi dua bulang yang lalu.

“Saat ini sebenarnya kita prioritaskan persiapan penanganan karhutla, buka banjir. Tapi karena adanya perubahanan cuaca yang tidak menentu atau yang lebih dikenal dengan istilah anomali, sehingga kita juga jarus tetap waspada terjadinya banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Oleh sebab itu ia meminta masyarakat khususnya yang tinggalan di daerah pinggiran sungai agar selalu berwaspada terjadinya banjir dan tanah longsor. “Meskipin saat ini sebenarnya musim kemarau ya, namun karena adanya anomali perubahan cuaca yang tidak menentu sehingga kita juga harus waspada terhadap banjir jangan samapai kita terlena dan lupa,” tambah Bernhard.

Sedangkan untuk penanganan karhutla dijelaskan Bernard pihak BPBD akan berkerja sama dengan Manggala Agni, DLH, dan KPH dan tim-tim Kecamatan serta melalui para Kades untuk dapat mengantur setiap warganya yang membuka lahan. 

“Dikabupaten Sintang ini tim penanganan Karhutla itu banyak ada KPH Kawasan Penangan Hutan Sintang Timur Sintang Utara, ada Manggala Agni, ada Dinas Lingkungan Hidup, BPBD Sendiri, dan mitra yang mebantu Perusahaan-perusahaan juga punya masyarakat peduli api, dan di Desa-Desa juga dana desanya sudah mengalokasikan pengadaan alat-alat pemadam kebakaran, semua itu tetap kita siagakan,” jelas Bernhard.

“Untuk Karhutla kita harus tetap siap siaga gar tidak terjadi bencana Kabut asap lagi, bagi masyarakat yang membuka lahan silahkan dan harus tetap sesuai dengan aturan karena memang sudah diatur dalam Perbub yang mengaturnya,” pungkasnya. (Andi)

Daerah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan