Sengketa Wilayah Sintang dan Sekadau, Askiman Minta Pempus Ambil Kebijakan Yang Tepat

89 views

Sintang, Zonamedianews.com. Wakil Bupati Sintang,
Askiman menyampaikan persoalan sengketa batas wilayah
antara
Kabupaten Sintang dan Sekadau
merupakan persoalan yang sudah lama terjadi. “Permasalahan ini sudah lama
terjadi, dari mulai sejarahnya, dari sejak Indonesia belum merdeka persoalan
ini sudah muncul, ditambah lagi dengan persoalan dari masyarakat desa setempat,
dan perlu diketahui bahwa batas batas wilayah tersebut sudah ada dan diatur
melalui batas alam sejak zaman dahulu kala”, kata Askiman.

Hal ini
dikatakan Askiman saat mengikuti
video konferensinya bersama Ditjen Bina Administrasi
Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan
Barat, yang diikuti juga oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Pemerintah
Kabupaten Sintang, untuk Pemerintah Kabupaten Sintang, diikuti oleh Wakil
Bupati Sintang, Askiman, yang dilaksanakan di Balai Pegodai, Rumah Dinas
Jabatan Wakil Bupati Sintang, pada Senin, (13/7/2020)
.

Ia juga
menjelaskan bahwa penyelesaian senketa batas juga telah berulang kali dilakukan
namun hingga kini belum mebuahkan hasil untuk menyelesaikannya. Dikatakannya dalam
hal ini
 Pemkab Sintang merasakan bahwa tingkat
keseriusan untuk menyelesaikan sebuah persoalan batas wilayah ini sudah kurang
lebih 30 tahun, dan sampai hari ini belum mampu menyelesaikannya dengan baik
dan benar
.

Askiman, mengatakan bahwa
Desa Bungkong Baru Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang sudah mengajukan
penomoran registrasi
Desa tetapi belum dirasakan oleh Pemkab Sintang, “mulai dari
terbentuknya Pemerintahan Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten
Sekadau, pada tahun yang sama, kami dari Pemkab Sintang juga sudah mengajukan
penomoran registrasi desa, dan sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat, tetapi sampai hari ini Kabupaten Sintang tidak pernah
ditindaklanjuti, tetapi untuk Pemkab Sekadau pada Desa Sunsong sudah memiliki
nomor registrasi, mengapa hal ini bisa terjadi
?” tandas Askiman.

Askiman memaparkan bukti
bahwa desa Sunsong yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau tersebut masuk
wilayah Kabupaten Sintang.  
Dalam peta
Kabupaten Sintang tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Depdagri berdasarkan peta
topografi berskala 1:250.000 wilayah yang disengketakan yakni Desa Sunsong dan
Desa Bungkong Baru merupakan wilayah Kabupaten Sintang, selain itu juga,
menurut Peta Rupa Bumi Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Informasi dan
Geoparsial berskala 1:50.000 tahun 2012 desa Sunsong dan Desa Bungkong juga
masuk kedalam wilayah Kabupaten Sintang
.

Dengan data tersebut, saya
meminta persoalan pengakuan antara kedua desa yang dalam posisi sengketa
tersebut kiranya perlu menjadi pertimbangan, dan juga berdasarkan peta tersebut
juga agar dapat menjadi perhatian kita semuany
a,” harap Askiman.

Lanjut Askiman
dalam hal ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Kemendagri agar
dapat mengambil tindakan dan keputusan yang layak berdasarkan pertimbangan
fakta sejarah dan tinjauan sisiologis yang ada, sehingga persoalan tersebut
dapat segera berakhir.

“Sebab jika
persoalanini berlarut-larut kesenjangan sosial akan bermunculan apalagi
menjelang Pilkada,
kami sampaikan kepada Pemprov, dalam hal sengketa batas daerah ini,
sikap arogansi daripada Kepala Desa Sunsong dan semua perangkatnya dalam rangka
penyegelan dan perusakan fasilitas aset pemerintah, dalam hal ini kami mohon
ditindaklanjuti dengan tegas, bahwa pada dasarnya penyelesaian sengeketa batas
bukan menggunakan sikap kekerasan, tetapi kita harus berfikir jernih, rasional,
dan faktual untuk menyelesaikan suatu perkara ini”, harap Askiman kepada
Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah
Pusat. (Andi)

 

Daerah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan