Welbertus Apresiasi Dinkes Sintang Keluarkan Edaran Pelarangan Jual Obat Sirup

oleh

Sintang–Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengeluarkan Surat bernomor: 440/958/Yankes/2022 tertanggal 19 Oktober 2022. Isinya pemberitahuan pelarangan penjualan obat sirup. Surat pemberitahuan bagi seluruh tenaga kesehatan, praktek perorangan, apotek, toko obat hingga ritel untuk mengantisipasi meluasnya kasus gagal ginjal akut.

Harisinto Linoh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dalam surat tersebut menyebutkan bahwa surat pemberitahuan tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti surat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tentang penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak. Saat ini, terjadi peningkatan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal yang terjadi pada anak usia 0 sampai 18 tahun (mayoritas pada usia balita).

“Tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, swasta praktek perorangan untuk sementara tidak meresepkan obat obatan dalam bentuk sediaan atau syirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan,” terang Harisinto Linoh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

“Selain tenaga kesehatan, praktek perorangan, seluruh apotek, toko obat, mini market, ritel juga diminta untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi oleh pemerintah,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh memastikan saat ini belum ada ditemukan kasus anak yang terindikasi gangguan ginjal akut.

Sebagai mana diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah terlebih dahulu melakukan pelarangan. Pelarangan ini melalui Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sintang Fraksi PDI Perjuangan, Welbertus memberikan Apresiasi langkah yamg diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dalam ramgka mengatasi peredaran obat yang tidak sesuai dengan ketentuan (obat sirup-red). Dalam hal ini ia juga menghibau kepada masyarakar untuk tidak membeli obat sembarangan.

“Saya setuju dengan langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Sintang dalam hal ini mengeluarkam edaran larangan penjualan obat sirup,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada para tenaga kesehatan bisa memberikan sosialiasi kepada masyarakat secara langsung terkait edaran tersebut, sebab tidak semua masyarakat yang ada di Desa-desa paham dan memiki androit untuk mengakses berita, sehingga sangat lebih baik bila dilakukan sosialisasi secara langsung.

“Kita juga berharap para tenaga kesehatan baik itu, Bidan, Perawat dan dokter bisa melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat terkait edaran larang penjualan dan penggunaan obat sirup ini,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *